Analisis Pemetaan Potensi Wilayah Desa Karangluhur


Analisis Pemetaan Potensi Wilayah Desa Karangluhur

Oleh: Alifia Laila Maghfiroh – Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas AMIKOM Yogyakarta

Abstrak:

Saat ini wilayah desa di Indonesia dapat dijadikan sebagai potensi keunggulan suatu wilayah desa tersebut jika dikelola dengan baik dan dianalisis dengan benar, hal tersebut dapat membuat masyarakat merasa memiliki kekayaan dari desanya dan dapat mengurangi konflik di dalam masyarakat. Pemetaan potensi desa merupakan penentu yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu terkait sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di suatu desa untuk mengetahui permasalahan yang terjadi terhadap masyarakat desa. Pemetaan potensi yang akan dilakukan adalah pemetaan mengenai sosial masyarakat, norma dan tradisi masyarakat, serta kearifan lokal dan mengidentifikasi konflik di dalam masyarakat dengan memberikan saran kebijakan. Tujuan dilakukan pemetaan potensi wilayah desa Karangluhur untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan wilayah desa agar tercipta rasa memiliki bagi masyarakat dan mengurangi adanya konflik di dalam masyarakat. Melalui metode penelitian kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif melalui pencarian data melalui analisis studi dokuumen, menghasilkan bahwa desa Karangluhur memiliki potensi wilayah sumber daya alam, potensi badan usaha desa, potensi tradisi dan kearifan lokal  sebagai keunggulan desa untuk mendorong kemandirian desa.

Kata Kunci: Potensi Wilayah, Pemetaan Sosial, Desa Karangluhur, Kearifan lokal.

Abstract:

Currently the village area in Indonesia can be used as a potential advantage of a village area if it is managed properly and analyzed properly, it can make the community feel that they have the wealth of their village and can reduce conflict within the community. Mapping of village potential is a determinant used to find out everything related to natural resources and human resources in a village to find out the problems that occur to village communities. The potential mapping that will be carried out is a mapping of community social, community norms and traditions, as well as local wisdom and identifying conflicts within the community by providing policy advice. The purpose of mapping the potential of the Karangluhur village area to find out the advantages and disadvantages of the village area in order to create a sense of belonging to the community and reduce conflicts in the community. Through qualitative research methods described descriptively through searching survey data, it was found that Karangluhur village has the potential for natural resource areas, the potential for village business entities, the potential for traditions and local wisdom as village advantages to encourage village independence.

Keywords: Regional Potential, Social Mapping, Karangluhur Village, Local Wisdom.

 

 

Pendahuluan:

Pemetaan sosial dilakukan untuk mengetahui proses penggambaran masyarakat yang sistematik serta melibatkan pengumpulan data dan informasi masyarakat sekitar, termasuk di dalamnya terdapat analisis profil desa yang bersangkutan dan masalah sosial yang ada (McMurtry, 1993). Dalam pemetaan sosial dibutuhkan komunikasi yang baik antar masyarakat agar proses pengumpulan data dan informasi sehingga teridentifikasi keinginan, kebutuhan dan sumber persoalan yang dirasakan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Hasil dari pemetaan sosial menjadi dasar dari perencanaan program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan. Pemetaan sosial yang dilakukan di desa Karangluhur bertujuan untuk megetahui bagaimana pemetaan sosial yang baik dan benar di desa Karangluhur, apa saja nilai kearifan lokal yang ada di desa Karangluhur, mengetahui permasalahan yang terjadi di desa Karangluhur dan kebijakan yang diberikan pemerintah desa Karangluhur ataupun masyarakat sekitar jika terdapat konflik di dalam masyarakat.

 

Metode Penelitian:

Menggunakan metode kualitatif yang menjelaskan situasi wilayah dengan memetakan keunggulan sosial masyarakat, kearifan lokal, nilai norma dan tradisi serta konflik dan kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut yang dijelaskan secara deskriptif. Melalui pendekatan dan pengumpulan data dilakukan dengan analisis studi dokumen pemetaan desa Karangluhur.

 

Tinjauan Pustaka:

  • Pemetaan Sosial

Pemetaan sosial merupakan upaya mengidentifikasi struktur sosial, kelembagaan dan individu, tata hubungan antar lembaga dan atau individu pada lingkungan sosial tertentu yang juga biasa disebut sebagai pemetaan profil data suatu wilayah (Dody Prayogo, 2003). Pemetaan sosial dijelaskan sebagai salah satu bentuk atau hasil akhir pemetaan sosial biasanya berupa peta wilayah yang menjelaskan mengenai karakteristik masalah sosial seperti jumlah penduduk miskin, rumah kumuh, kekayaan alam dan identifikasi wilayah yang dibuat dalam bentuk peta (Welvetrees, 1991).

Merujuk pada Netting (1993) bahwa pemetaan sosial disebut juga sebagai penggambaran pengelompokkan masyarakat secara sistematik serta melibatkan pengumpulan data dan informasi suatu masyarakat.  Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai perspektif “orang-orang di sekitar” (people around) merupakan faktor penting dalam praktik pekerjaan sosial, terutama dalam praktik pengembangan masyarakat atau tingkat makro. Komunitas tempat orang tinggal sangat penting dalam menggambarkan siapa mereka, apa masalah mereka, dan sumber daya apa yang tersedia untuk mengatasi masalah tersebut. Pengembangan masyarakat tidak dapat berjalan tanpa memahami pengaruh masyarakat ini. Pengembangan masyarakat membutuhkan pemahaman tentang sejarah dan perkembangan masyarakat dan menganalisis keadaan masyarakat saat ini. Tanpa pengetahuan ini, praktisi menghadapi hambatan dalam menerapkan nilai-nilai, sikap dan tradisi pekerjaan sosial, dan dalam menjaga stabilitas dan mencari perubahan. Individu dan kelompok bergerak melalui perubahan kekuasaan, struktur ekonomi, sumber pendanaan, dan peran demografis. Pemetaan sosial membantu kita memahami dan menafsirkan perubahan ini.

Tujuan dari pemetaan sosial yaitu tersusunnya indikator bobot masalah dan jangkauan fasilitas layanan, memperoleh dasar pengembangan informasi untuk penguatan kelompok sosial, diperolehnya informasi geografis wilayah setempat, tersusunnya rencana program penguatan jenis masalah dan satuan wilayah komunitas sosial, dapat menentukan alokasi program prioritas kegiatan, langkah awal pengenalan lokasi dan pemahaman kondisi masyarakat, mengetahui kondisi sosial masyarakat, dasar pendekatan metode pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, sebagai dasar penyusunan rencana kerja yang taktis terhadap permasalahan dan sebagai acuan dasar mengetahui terjadinya proses perubahan sikap dan perilaku masyarakat.

Manfaat dari pemetaan sosial sebagai bagian analisis situasi dan kebutuhan untuk kegiatan penguatan, sebagai gambaran survei dan pemantauan tata ruang kondisi suaru daerah serta analisis prioritas masalah dan lokasi untuk perencanaan kegiatan penguatan.

Obyek pemetaan sosial dalam kegiatan sosial adalah letak geografis wilayah, sarana prasarana wilayah, komposisi mata pencaharian dan agama penduduk setempat, penyebaran konsentrasi masyarakat miskin, kelompok sosial suatu wilayah, hubungan sosial antar kelompok sosial, jenis profesi suatu wilayah, penggolongan status masyarakat, tanggapan masyarakat terhadap program pemerintah dan permasalahan sosial serta penyelesaiannya.

Informasi yang perlu digali dalam pemetaan sosial yaitu:

  1. Demografi: jumlah penduduk, komposisi penduduk menurut usia, mata pencaharian, agama, pendidikan, dll.
  2. Geografi: topografi, letak lokasi, aksesbilitas lokasi, pengaruh lingkungan terhadap kondisi sosial masyarakat, dll.
  3. Psikografi: nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut, mitos, kebiasaan, adat istiadat, karakteristik masyarakat, pola hgubungan sosial, motif menggerakan Tindakan masyarakat, pengalaman masyarakat, pandangan dan sikap perilaku masyarakat.
  4. Pola komunuikasi: media yang dikenal, media yang digunakan, bahasa, kemampuan baca tulis, orang yang dipercaya, informasi yang biasa dicari dan tempat memperoleh informasi.

 

  • Potensi Wilayah

Potensi wilayah adalah segala sesuatu yang dimiliki suatu wilayah baik berupa kekayaan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dapat berguna meningkatkan kesejahteraan penduduk di wilayah yang bersangkutan. Potensi wilayah dapat dibagi menjadi potensi wilayah dataran tinggi, dataran rendah dan potensi wilayah perairan laut, kebutuhan saling melengkapi dan kesempatan berintervensi.

Berdasarkan karakteristik wilayah Indonesia, desa Karangluhur termasuk ke dalam dataran rendah, hal tersebut membuat masyarakat banyak bekerja sebagai petani dan pedagang hasil perkebunan.

Analisis Potensi Wilayah mencakup rona fisik dan dan rona sosial ekonomi. Rona Fisik wilayah mencakup lokasi wilayah baik relatif maupun absolute, luasan wilayah, bentuk lahan, kondisi topografi, kondisi lereng,kondisi tanah, kondisi iklim, kondisi hidrologi, kondisi geologi, penggunaan lahan, dan kondisi fisik lainnya. Secara garis besar potensi wilayah desa dapat dibedakan menjadi dua; Pertama adalah potensi fisik yang berupa tanah, air, iklim, lingkungan geografis, binatang ternak, dan sumber daya manusia. Kedua adalah potensi non-fisik berupa masyarakat dengan corak dan interaksinya, lembaga-lembaga sosial, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial desa, serta aparatur dan pamong desa. Dalam mengembangkan potensi suatu wilayah harus ada partisipasi dalam masyarakat dan juga pemerintah. Pengembangan wilayah ini sangat baik dan dapat berjalan dengan lancar apabila terdapat sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang memadai.

  • Kearifan Lokal

Kearifan lokal merupakan sebuah kepribadian suatu wilayah atau biasa disebut sebagai identitas budaya bangsa yang membuat bangsa tersebut menyerap dan mengolah kebudayaan yang berasal dari bangsa lain dan menjadi kemampuan atau identitias sendiri (Wibowo, 2015:17)

Kearifan lokal juga disebut sebagai ciri khas etika dan nilai budaya dalam masyarakat yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Dimana kearifan lokal juga mengarah pada kemampuan masyarakat dalam beradaptasi, menata dan menumbuhkan pengaruh alam serta budaya lain menjadi penggerak transformasi dan menciptakan keanekaragaman budaya Indonesia yang luar biasa.

Kearifan lokal berfungsi sebagai pelestarian sumber daya alam, berfungsi sebagai pengembangan sumber daya manusia. Mengembangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, sebagai kepercayaan, nasihat leluhur dan pantangan, meningkatkan etika dan moral dalam bentuk moral, berfungsi sebagai hubungan kekuasan politik lokal.

Karakteristik kearifan lokal harus menggabungkan pengetahuan kebajikan yang mengajarkan orang tentang etika dan nilai moral, mengajarkan untuk mencintai alam, kearifan lokal tersebut berasal dari anggota yang lebih tua dan kearifan lokal tersebut berbentuk nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum adat dan aturan adat.

Ciri-ciri kearifan lokal adalah mampu bertahan di tengah gempuran budaya luar yang semakin massif, mampu menyediakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan unsur budaya dari luar, mampu berbaur atau bergabung terhadap budaya luar ke dalam budaya asli dan mampu mengendalikan dan memberi arah pada perkembangan budaya.

 

Hasil dan Pembahasan:

  1. Profil Desa Karangluhur

Desa Karangluhur terletak di jl. Raya Kertek-Wonosobo nomor 07, kantor pemerintah desa Karangluhur terletak di dusun Krakal Santren, desa Karangluhur, kecamatan Kertek, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa Karangluhur terdiri dari 8 dusun, dusun Krakal Tamanan, Krakal Santren, Kliwonan, Sidomukti, Langgeng, Marong, Sijalak dan Kenjuran. Masing-masing dusun terdapat kepala dusun yang bertugas membantu Kepala Desa dalam pelaksanaan tugasnya di wilayahnya. Untuk melaksanakan tugasnya, maka Kepala Dusun memiliki fungsi: Pembinaan ketenteraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, mobilitas kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah.

Desa Karangluhur memiliki kekayaan ekonomi dalam bidang usaha milik desa yang baru saja dibentuk sebagai potebnsi unggulan yaitu badan usaha milik desa “Sapu Jagat” yang memiliki fokus bidang usaha air bersih, usaha pasar pagi dan internet tanam sejenis MAN. Mata pencaharian masyarakat desa Karangluhur sebagian besar adalah petani dan pedagang. Mayoritas masyarakat beragama muslim dengan masing-masing dusun memiliki fasilitas masjid dan mushola. Prasarana yang ada di desa Karangluhur berupa lapangan olahraga, gedung olahraga, gedung sekolah, kantor posyandu, puskesmas, koperasi, bank, area pertokoan dll. Kelompok sosial yang ada di desa Karangluhur yaitu PKK, Karangtaruna dan bank sampah. Kelompok sosial tersebut memiliki hubungan sosial atau relasi yang terjalin dengan memberikan perwakilannya di musyawarah desa.

  1. Pemetaan Sosial dan Potensi Desa Karangluhur

Potensi wilayah adalah segala sesuatu yang dimiliki suatu wilayah baik berupa kekayaan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dapat berguna meningkatkan kesejahteraan penduduk di wilayah yang bersangkutan. Secara garis besar potensi wilayah desa dapat dibedakan menjadi dua: Pertama adalah potensi fisik yang berupa tanah, air, iklim, lingkungan geografis, binatang ternak, dan sumber daya manusia. Kedua adalah potensi non-fisik berupa masyarakat dengan corak dan interaksinya, lembaga-lembaga sosial, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial desa, serta aparatur dan pamong desa. Secara lebih rinci, potensi wilayah desa Karangluhur dapat dijelaskan sebagai berikut:

Potensi Wilayah Fisik

Desa Karangluhur

  1. Lahan

:  Lahan di desa Karangluhur digunakan sebagai

Lahan pemukiman warga: 67.140,00 Ha/m2

Lahan persawahan: 142.270,00 Ha/m2

Lahan pekarangan: 39.180,00 Ha/m2

  1. Tanah

: Warna tanah sebagian besar abu-abu, dengan tingkat kemiringan tanah 15,00°

Untuk pertanahan digunakan untuk sawah irigasi teknis, sawah irigasi ½ teknis, tanah kering digunakan untuk ladang dan pekarangan.

Sebagian tanah fasilitas umum digunakan sebagain tanah bengkok, lapangan olahragam perkantoran pemerintah dan bangunan sekolah.

  1. Air

: Potensi air berasal dari sungai dengan debit sedang dan mata air dengan debit sedang

Sumber air bersih:

Mata Air: 9 mata air dengan pemanfaatan 250 KK yang memiliki kondisi baik

Sumur Gali: 9 pemanfaat

Sumur Pompa: 11 pemanfaat

PAM: 116 pemanfaat

Kualitas air minum dari depot isi ulang sudah ternilai baik

  1. Iklim

: Cuaca hujan memiliki jumlah sekitar 4 bulan, suhu rata-rata harian 25-30°C dan tinggi tempat 825.00 Mdl dari permukaan laut.

  1. Lingkungan Geografis

Topografi: Termasuk kedalam bentang wilayah lereng gunung dengan luas 108.635,00 Ha/m2

Letak Kawasan perkantoran memiliki luas 2,00 Ha/m2

  1. Batas Wilayah

Batas

Desa/Kelurahan

Kecamatan

Sebelah utara

Purwojati, Pagerejo

Parakan

Sebelah selatan

Bojasari, Kertek

Kaliwiro

Sebelah timur

Kertek

Kalikajar

Sebelah barat

Ngadikusuman, Tlogodalem

Wonosobo

 

  1. Orbitasi

Jarak ke ibukota Kecamatan

1,30 KM

Lama jarak tempuh ke ibukota Kecamatan dengan kendaraan bermotor

0,30 Jam

Lama jarak tempuh ke ibukota Kecamatan dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor

0,15 Jam

Kendaraan umum ke ibukota Kecamatan

1,00 Unit

Jarak ke ibukota Kabupaten/Kota

7,00 Km

Lama jarak tempuh ke ibukota Kabupaten dengan kendaraan bermotor

0,15 Jam

Lama jarak tempuh ke ibukota Kabupaten dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor

0,30 Jam

Kendaraan umum ke ibukota Kabupaten/Kota

10,00 Unit

Jarak ke ibukota Provinsi

108,00 Km

Lama jarak tempuh ke ibukota Provinsi dengan kendaraan bermotor

1,45 Jam

Lama jarak tempuh ke ibukota Provinsi dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor

24,00 Jam

Kendaraan umum ke ibukota Provinsi

20,00 Unit

 

  1. Pertanian

Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian: 291,00 Keluarga dengan luas kurang dari 10 ha.

  1. Tanaman Pangan

Luas Tanaman Pangan yang Ditanam Saat ini:

Jagung : 340 Ton/Ha

Padi Sawah : 632 Ton/Ha

Cabe: 115 Ton/Ha

Tomat: 24 Ton/Ha

Ubi Kayu: 26 Ton/Ha

Sawi: 0,2 Ton/Ha

Kubis: 60 Ton/Ha

Buncis: 32 Ton/Ha

Bayam: 0,2 Ton/Ha

Kangkung: 0,1 Ton/Ha

Tumpang Sari: 0,1 Ton/Ha

  1. Tanaman Apotik Hidup

Jahe: 0,1 Ha

Kunyit: 0,1 Ha

Lengkuas: 0,1 Ha

  1. Peternakan

Sapi: 102 Pemilik

Kerbau: 8 Pemilik

Ayam Kampung: 1.780 Pemilik

Ayam Broiler: 2.000 Pemilik

Bebek: 420 Pemilik

Kambing: 361 Pemilik

Kelinci: 54 Pemilik

  1. Produksi Peternakan

Susu: 1,00 Kg/Th

Kulit: 1,00 M/Th

Telur: 4,00 Kg/Th

Daging: 2,00 Kg/Th

Madu: 1,00 Lt/Th

Bulu: 1,00 Kg/Th

  1. Pemasaran Hasil Ternak

Dijual langsung ke konsumen dan pengecer

  1. Perikanan

Ikan Mujahir: 30 ton/th

Ikan Lele:60 ton/th

Ikan Mas: 30 ton/th

Ikan Nila: 30 ton/th

Hasil ikan dijual ke pasar dan melalui tengkulak, namun ada beberapa yang tidak dijual.

  1. Mata Pencaharian Pokok

Petani: 496

Buruh: 105

PNS: 67

Pengrajin Industri Rumah Tangga: 20

Montir:4

Peternak: 2

Dokter Swasta: 1

Bidan Swasta: 1

Perawat Swasta: 2

Pembantu Rumah Tangga:12

TNI: 8

POLRI:4

Pengusaha Kecil Menengah: 20

Dosen Swasta: 1

Arsitektur; 1

Karyawan Swasta: 87

Karyawan Perusahaan Pemerintah: 10

  1. Agama

Islam: 5956

Kristen: 48

Katholik: 29

Hindu: 4

  1. Kewarganegaraan WNI

6005

  1. Etnis

Aceh: 6

Batak: 37

Jawa: 5.618

Madura: 1

Bali:5

Bugis:3

  1. Cacat Fisik

Tunga Rungu: 1

Tunga Wicara: 1

Tuna Netral: 4

Lumpuh: 2

  1. Cacat Mental

Idiot: 1

Gila: 2

Stres: 3

Autis: 1

  1. Tenaga Kerja

Tenaga Kerja

Laki-laki (orang)

Perempuan (orang)

Penduduk usia 18 - 56 tahun

1.832,00

1.726,00

Penduduk usia 18 - 56 tahun yang bekerja

1.735,00

1.660,00

Penduduk usia 18 - 56 tahun yang belum atau tidak bekerja

97,00

66,00

Penduduk usia 0 - 6 tahun

412,00

361,00

Penduduk masih sekolah 7 - 18 th

636,00

649,00

Penduduk usia 56 tahun ke atas

273,00

256,00

 

 

 

  1. Pendidikan

Tamat SD/Sederajat: 2.763

Tamat SMP/Sederajat: 678

Tamat SMA/Sederajat: 592

Tamat D2/Sederajat: 29

Tamat D3 Sederajat: 39

Tamat S1 Sederajat: 116

Tamat S2 Sederajat: 7

  1. Jumlah Penduduk Laki-Laki

: 3.097 Orang

 

  1. Jumlah Penduduk Perempuan

: 2.939 Orang

  1. Usia

Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

0-12 bulan

55,00

60,00

39 tahun

48,00

45,00

1 tahun

69,00

56,00

40 tahun

38,00

42,00

2 tahun

55,00

45,00

41 tahun

41,00

52,00

3 tahun

59,00

43,00

42 tahun

41,00

42,00

4 tahun

58,00

55,00

43 tahun

38,00

34,00

5 tahun

62,00

56,00

44 tahun

34,00

42,00

6 tahun

54,00

46,00

45 tahun

33,00

40,00

7 tahun

57,00

46,00

46 tahun

46,00

47,00

8 tahun

50,00

47,00

47 tahun

43,00

37,00

9 tahun

61,00

56,00

48 tahun

42,00

35,00

10 tahun

56,00

55,00

49 tahun

33,00

32,00

11 tahun

58,00

56,00

50 tahun

19,00

26,00

12 tahun

45,00

62,00

51 tahun

45,00

49,00

13 tahun

48,00

52,00

52 tahun

29,00

36,00

14 tahun

47,00

60,00

53 tahun

30,00

30,00

15 tahun

61,00

63,00

54 tahun

27,00

15,00

16 tahun

50,00

46,00

55 tahun

24,00

22,00

17 tahun

48,00

53,00

56 tahun

34,00

32,00

18 tahun

55,00

53,00

57 tahun

19,00

15,00

19 tahun

59,00

56,00

58 tahun

23,00

30,00

20 tahun

60,00

51,00

59 tahun

26,00

17,00

21 tahun

65,00

58,00

60 tahun

19,00

22,00

22 tahun

50,00

43,00

61 tahun

14,00

22,00

23 tahun

58,00

44,00

62 tahun

18,00

9,00

24 tahun

66,00

59,00

63 tahun

11,00

11,00

25 tahun

55,00

61,00

64 tahun

15,00

9,00

26 tahun

66,00

50,00

65 tahun

9,00

10,00

27 tahun

60,00

40,00

66 tahun

15,00

13,00

28 tahun

68,00

70,00

67 tahun

3,00

7,00

29 tahun

63,00

56,00

68 tahun

11,00

2,00

30 tahun

44,00

39,00

69 tahun

5,00

9,00

31 tahun

63,00

52,00

70 tahun

5,00

4,00

32 tahun

65,00

49,00

71 tahun

16,00

10,00

33 tahun

54,00

0,00

72 tahun

5,00

4,00

34 tahun

51,00

64,00

73 tahun

5,00

3,00

35 tahun

56,00

53,00

74 tahun

8,00

10,00

36 tahun

56,00

48,00

75 tahun

5,00

3,00

37 tahun

38,00

41,00

Lebih dari 75

41,00

46,00

38 tahun

35,00

29,00

Total

0,00

0,00

 

Sumber: Berkas Pemetaan Potensi Desa Karangluhur oleh Pendata Desa yang tersimpan dalam Arsip Desa 2020

 

Potensi Wilayah Non-Fisik

Desa Karangluhur

  1. Lembaga Pemerintahan

: Pemerintah Desa Karangluhur, terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan Pemerintahan, Kepala Urusan Pembangunan, Kepala Urusan Umum dan Kepala Urusan Keuangan Serta Kepala Dusun

  1. BPD

: Badan Permusyawaratan Desa terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota

  1. PKK

: 11 Orang

  1. Karang Taruna

: 8 Kelompok Karang Taruna

  1. Aparatur Desa

: 13 Orang Perangkat

  1. Kelompok Tani

: 15 Orang

  1. BUMDES

: 3 Bidang (Pasar Pagi, Air Bersih, Internet Tanam)

  1. Bank Sampah

: 2 Bank Sampah

  1. Lembaga Keamanan

Hansip dan Linmas : 15 Orang

Banser: 100 Orang

  1. Sarana Transportasi Darat

Bus: 10 Unit

Ojek: 50 Unit

Delman: 5

  1. Sarana Komunikasi

Warnet: 1

  1. Prasarana

Masjid: 9

Mushola: 15

Lapangan Sepak Bola: 1

Lapangan Bulu Tangkis: 4

Meja Pingpong: 3

Puskesmas: 1

Poliklinik: 9

Apotek: 1

Gedung SD: 3

Gedung SMP: 1

Gedung TK: 2

  1. Lembaga Pendidikan Agama

10

 

  1. Kesimpulan Pemetaan dan Potensi Wilayah Desa Karangluhur
  1. ANALISIS POTENSI DESA/KELURAHAN
  1. TINGKATAN POTENSI

Potensi Umum

: Sedang

Potensi Sumber Daya Alam

: Sedang

Potensi Sumber Daya Manusia

: Sedang

Potensi Kelembagaan

: Sedang

Potensi Prasarana dan Sarana

: Sedang

 

 

  1. POTENSI PENGEMBANGAN

Potensi Tanaman Pangan

: Sangat Potensial

Potensi Tanaman Apotek Hidup

: Cukup Potensial

Potensi Perkebunan

: Kurang Potensial

Potensi Kehutanan

: Kurang Potensial

Potensi Peternakan

: Kurang Potensial

Potensi Perikanan

: Kurang Potensial

Potensi Pertambangan

: Kurang Potensial

Potensi Jasa dan Perdagangan

: Cukup Potensial

Potensi Industri

: Kurang Potensial

Potensi Wisata

: Kurang Potensial

Potensi Persawahan

: Sangat Potensial

Potensi Komoditi Buah-buahan

: Cukup Potensial

 

 

  1. ANALISIS TINGKAT PERKEMBANGAN

Laju Perkembangan Tahunan

: Desa Berkembang

Tingkat Perkembangan 5 tahunan

: Desa Swadaya

Kategori Perkembangan 5 tahunan

: Desa Swasembada Mula

 

  1. Kearifan Lokal Desa Karangluhur

Keperacayaan dalam beragama bagi sebagian masyarakat karangluhur 90% adalah islam, sebagian beragama Kristen, Katholik dan Hindu. Meskipun tinggal dalam kepercayaan yang berbeda, namun mereka masih menjunjung nilai kebudayaan yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Nilai norma dan aturan masyarakat masih sangat dijunjung oleh masyarakat desa Karangluhur, masyarakat masih mematuhi aturan yang dibuat oleh tetua dusun masing-masing dan para ulama setempat. Kearifan lokal masyarakat desa Karangluhur diwujudkan dalam kegiatan keagamaan yang sudah menurun dari generasi ke generasi melalui upacara tumpeng peringatan hari jadi desa dengan melakukan doa bersama.

Nilai kearifan lokal yang menjadi tradisi diwujudkan dalam sebuah tarian tradisional tari topeng dan jaranan dengan gerak tari dan tata rias ciri khas wonosobo yang biasa disebut tari Lengger.

Pada umumnya, masyarakat Karangluhur masih mengembangkan warisan budaya melalui tarian dan upacara tumpengan dengan nilai agama yang masih kental.

Kesimpulan:

Pemetaan potensi desa merupakan penentu yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu terkait sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di suatu desa untuk mengetahui permasalahan yang terjadi terhadap masyarakat desa. Pemetaan potensi yang akan dilakukan adalah pemetaan mengenai sosial masyarakat, norma dan tradisi masyarakat, serta kearifan lokal dan mengidentifikasi konflik di dalam masyarakat dengan memberikan saran kebijakan. Tujuan dilakukan pemetaan potensi wilayah desa Karangluhur untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan wilayah desa agar tercipta rasa memiliki bagi masyarakat dan mengurangi adanya konflik di dalam masyarakat, desa Karangluhur memiliki potensi wilayah sumber daya alam, potensi badan usaha desa, potensi tradisi dan kearifan lokal  sebagai keunggulan desa untuk mendorong kemandirian desa.

Daftar Referensi:

[1] Kearifan Lokal, Fungsi, Karakteristik dan Fungsinya. https://tirto.id/pengertian-kearifan-lokal-fungsi-karakteristik-dan-ciri-cirinya-f9mi . Diakses pada 11 Oktober 2022

[2] Pemetaan Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Dumai Timur (Studi Kasus: Kelurahan Bukit Timah).  Umar Maya Putra, Muhammad. https://www.mikroskil.ac.id/ejurnal/index.php/jwem/article/view/432 . Diakses pada 11 Oktober 2022

[3] Analisis Potensi Wilayah Provinsi Jawa Tengah (Studi Kasus : Tahun 2010-2016). https://jurnal.untidar.ac.id/index.php/REP/article/view/1343 Diakses pada 11 Oktober 2022


Total Dibaca

Kami mengatakan tidak untuk

Contact Details

Telephone: -
Email:  pemerintahdesakarangluhur@gmail.com
Website: https://karangluhur-kertek.wonosobokab.go.id

Jl.Raya Kertek-Wonosobo Km 07 Karangluhur Kertek Wonosobo 56371